Kecaman
dan kritikan terus mengalir menyikapi sikap pengelola PT Jaya Dinamika
Geohidroenergi (JDG) di Jalan Cibitungwetan, Desa Cibitungwetan, Kecamatan
Pamijahan. Salah satunya dari Ketua PK KNPI Kecamatan Pamijahan Burhanudin.
Menurut dia, keberadaan PT JDG tidak memiliki manfaat yang berarti bagi
masyarakat sekitar. Keberadaannya malah membawa dampak negatif, seperti
hancurnya jalan dan pertanian warga.
“Kerusakan
jalan ini bukan pertama kalinya dilakukan PT JDG. Dulu truk bertonase besar
sering melintas dan menghancurkan aspal yang baru dilakukan Dinas Bina Marga
dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin.
Ia
mengungkapkan, pemerintah daerah (pemda) harus tegas menyikapi keberadaan
perusahaan ini. Apalagi Pamijahan bukan kawasan industri, melainkan daerah
pertanian basah dan perkebunan. Untuk itu, izin PT JDG harus dibekukan atau
dicabut.
“Bupati
Bogor harus berani turun ke lapangan dan mengecek keabsahan serta legalitas
izin dari perusahaan yang telah menyengsarakan warga di Pamijahan. Saya curiga
ada permainan izin antara perusahaan dengan oknum pemerintah dulunya,”
ungkapnya.
Sebelumnya, mantan Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
Kabupaten Bogor Farid ikut mengecam perusakan yang dilakukan PT JDG terhadap
sawah dan jalan desa. Bahkan, tempat penampungan air milik PT JDG yang luber
hingga merusak lahan pertanian dan jalan desa itu harus segera dibongkar.
“Pemda harus tegas dan Satpol PP Kabupaten Bogor harus mengecek ulang, apakah
perusahaan itu memiliki izin atau tidak,” katanya.
Farid
juga menambahkan, izin lingkungan dan amdal yang dimiliki PT JDG harus
dipertanyakan. Apalagi sampai merugikan masyarakat sekitar hingga pengguna
jalan. “Kami akan menelusuri persoalan ini dan mendampingi warga agar tidak
dirugikan kaum kapitalis yang mengisap sumber daya alam warga Bogor,” tegasnya. Dilansir dari Metropolitan.id
(yok/py)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar