Sejarah perjalanan dan eksistensi Komite
Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
diwarnai dengan beberapa momentum penting diantaranya :
Deklarasi Pemuda Indonesia
Deklarasi Pemuda Indonesia
Deklarasi Pemuda Indonesia, 23 Juli 1973,
merupakan landasan kelahirannya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), muncul
dari sebuah kesadaran akan tanggung jawab pemuda Indonesia dalam mengerahkan
segenap upaya dan kemampuan untuk menumbuhkan, meningkatkan, dan mengembangkan
kesadaran sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila
dan Undang-undang Dasar 1945 (UUD 1945).
Deklarasi Pemuda bertujuan menindaklanjuti isi
pesan suci Sumpah Pemuda yang telah menggariskan kebutuhan keberhimpunan,
dengan mengejawantahkan satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa, dan ikut
mengisi kemerdekaan.
Dengan demikian tanggal 23 Juli dijadikan
tanggal hari peringatan lahirnya KNPI, dan KNPI secara kelembagaan sebagai
forum komunikasi pemuda, wadah kaderisasi dan partisipasi pemuda Indonesia
dibakukan dalam Kongres I KNPI tahun 1974.
Permufakatan Pemuda Indonesia
Permufakatan Pemuda Indonesia
Pada tahun 1982 pemerintah bertekad untuk
melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dengan
menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asa dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
Dalam konteks kehidupan organisasi di masyarakat
tekad di atas mendorong ditetapkannya Undang-undang No.8 tahun 1985 tentang
Organisasi Kemasyarakatan yang berimplikasi terhadap eksistensi dan posisi KNPI
termasuk organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, sehingga pada tahun 1987
tercetuslah Permufakatan Pemuda Indonesia.
Permufakatan Pemuda Indonesia semakin meneguhkan
tekad para Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) untuk berhimpun dalam wadah
KNPI sebagai forum komunikasi, kaderisasi, pastisipasi, dan dinamisasi Pemuda
Indonesia dalam menjawab tantangan pembangunan masa depan bangsa.
Tekad Pemuda
Indonesia
Krisis multi dimensi menjelang pergantian
milenium, yang terjadi pada seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara di
Indonesia sangatlah memprihatinkan.
Khawatir mengkristal pada arah disintegrasi
bangsa maka tanggal 4 Nopember 1999 di Caringin-Bogor dicetuskanlah Tekad
Pemuda Indonesia yang berpegang pada semboyan “Kita Semua Satu, Satu Dalam
Cita, Satu Dalam Rasa, Indonesia”.
Atas tekad ini pula KNPI telah menjadi salah
satu yang tidak tergerus oleh laju gerakan reformasi yang lahir akibat krisis
multi dimensi di atas dan secara fundamental reformasi telah merombak tatanan
kehidupan berbangsa dan bernegara.
Paradigma Baru KNPI
Paradigma Baru KNPI
Keberhimpunan pemuda Indonesia di KNPI bukanlah
sekedar berhimpun, sebab pemuda mengemban peran sejarah untuk menjadi pelopor
dan penggerak utama dinamika perkembangan bangsa dalam Pembangunan Nasional
Indonesia sekarang dan di masa yang akan datang.
Untuk itu KNPI dituntut untuk senantiasa
melakukan reorientasi, reaktualisasi, revitalisasi, serta responsi atas fungsi
dan peran KNPI sehingga selalu kontekstual dalam menjawab tantangan jaman dan
kebutuhan bangsa.
Atas dasar pemikiran tersebut maka kongres X
Pemuda/KNPI tahun 2002 di Bekasi menetapkan Paradigma Baru KNPI yang dirumusan
guna menjadi acuan dasar dalam penjabaran kebijakan organisasi salam setiap
periodesasi kepengurusan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar